Showing posts with label raja. Show all posts
Showing posts with label raja. Show all posts

Friday, April 1, 2011

PANGERAN KECIL TANPA AYAH (Kekuatan Kejujuran)

            Pada suatu hari, Raja Benares pergi piknik ke dalam hutan. Keindahan bunga-bunga, pohon-pohon dan buah-buahan membuatnya sangat bahagia. Sambil menikmati keindahan itu, perlahan-lahan ia masuk lebih dalam dan lebih dalam lagi ke dalam hutan. Tak lama kemudian, ia terpisah dari rombongannya dan menyadari bahwa dia hanya seorang diri saja.
            Lalu Raja mendengar suara merdu dari seorang wanita muda, yang sedang bernyanyi sambil mengumpulkan kayu bakar. Agar tidak merasa takut karena seorang diri di dalam hutan, sang Raja mengikuti bunyi dari suara yang merdu itu. Ketika akhirnya raja sampai di hadapan si pelantun lagu, raja melihat bahwa ia adalah seorang wanita muda yang cantik, dan raja seketika jatuh cinta kepadanya. Mereka menjadi sangat bersahabat, dan Raja menjadi ayah dari anak wanita pengumpul kayu bakar.

PANGERAN PEMBICARA YANG BAIK DAN SILUMAN AIR (Bagian 1. Tumimbal Lahir Seorang Bodhisatwa)

            Pada suatu waktu, hiduplah seorang raja yang sangat berbudi. Sang raja memiliki seorang ratu yang cantik yang telah melahirkan seorang bayi laki-laki yang mungil. Hal ini membuat raja sangat bahagia. Raja memutuskan untuk memberikan sebuah nama yang mungkin dapat membantunya di kehidupan nanti. Untuk itu Raja memanggilnya Pangeran Goodspeaker (pembicara yang baik).
Pangeran ini bukanlah bayi biasa seperti pada umumnya. Ini bukanlah kehidupan ataupun kelahirannya yang pertama. Tapi jutaan tahun sebelumnya, ia sudah menjadi seorang pengikut dari ajaran yang sudah lama dilupakan ‘Buddha’, seseorang yang tercerahkan. Ia sudah bertekad dengan sepenuh hatinya untuk menjadi seorang Buddha seperti guru tercintanya.

Thursday, March 31, 2011

PEMBUAT HARGA KERAJAAN (Kebodohan)

             Dahulu kala nun jauh di sana, hiduplah seorang raja yang memerintah di Benares, India Utara. Salah seorang mentrinya dipanggil dengan sebutan seorang pembuat harga dan dia adalah seorang pemuda yang jujur. Pekerjaannya adalah mengatur harga yang adil untuk sesuatu apa pun yang ingin raja beli atau jual.
            Dalam beberapa kesempatan, raja tidak menyukai harga yang dia buat. raja tidak mendapatkan keuntungan yang diinginkan. Raja tidak mau membiayai lebih mahal dari apa yang ia beli atau jual untuk apa yang menurutnya tidak cukup mahal atau sebaliknya. Jadi raja memutuskan untuk mengganti si pembuat harga.

PEDAGANG TIKUS (Pintar dan Berterima Kasih)

           Pada suatu ketika, penasehat penting kerajaan sedang dalam perjalanannya menemui raja dan penasehat lainnya. Di pelik matanya, ia melihat seekor tikus mati di pinggir jalan. Lalu ia berkata kepada orang-orang yang ada bersamanya, “Walaupun dimulai dari tikus ini, seorang muda yang energik akan membangun sebuah keuntungan. Jika ia bekerja keras dan menggunakan kepintarannya, ia dapat memulai sebuah bisnis dan menyokong istri serta keluarga.”